DPR Minta Audit Kondisi Pengungsian Gempa NTT Usai 94 Warga Tewas

DPR RI mendorong audit terhadap kondisi pengungsian bagi korban usai 94 orang meninggal dunia selama masa pemulihan pascagempa besar Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pertengahan Agustus lalu. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris mengaku prihatin, sebab data itu menunjukkan jumlah korban meninggal di pengungsian lebih banyak dari korban yang terdampak langsung gempa, yakni sebanyak 48 yang tewas.
Dengan tambahan 94 korban yang tewas di pengungsian, maka korban jiwa terkait gempa NTT totalnya ada 142 orang. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT "Artinya lebih banyak korban gempa yang meninggal di pengungsian dibandingkan yang meninggal akibat dari gempa itu sendiri, sehingga harus ada audit ya terkait dengan kondisi di tempat pengungsian itu," kata Charles di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (16/7).
Kata Charles, audit harus memastikan kondisi riil di lapangan, terutama terkait pelayanan kesehatan. Dia meyakini ada yang tidak beres jika jumlah korban meninggal lebih banyak di pengungsian dibanding gempa.


