Ketua Komisi VI DPR: RI tak lagi impor beras prestasi luar biasa

Jakarta (ANTARA) – Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menilai keberhasilan Indonesia menghentikan impor beras menjadi prestasi luar biasa setelah sebelumnya kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui pasokan dari luar negeri.
Anggia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam tata kelola pangan nasional karena pemerintah mampu memenuhi kebutuhan beras sekaligus memperkuat penyerapan hasil produksi petani dalam negeri. "Ini menarik sekali ya karena kebutuhan beras itu dari beberapa waktu yang lalu sebelum hari ini, kita selalu impor. Hanya mulai 2025 tidak impor, 2026 tidak impor.
Ini prestasi yang luar biasa menurut saya," kata Anggia dalam kunjungan kerja di Kantor Perum Bulog Jakarta, Senin. Menurut Anggia, Indonesia masih melakukan impor beras pada 2024 dengan jumlah sekitar 2 juta ton, kemudian mulai beralih memperkuat produksi nasional hingga tidak melakukan impor pada 2025 hingga saat ini.
Capaian tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa kebijakan penyerapan hasil panen petani berjalan baik karena beras produksi dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.




