HIMKI perkuat adopsi teknologi pacu daya saing industri furnitur

Jakarta (ANTARA) – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) memperkuat adopsi teknologi sebagai langkah meningkatkan produktivitas dan daya saing industri furnitur nasional di tengah persaingan global. Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menyampaikan transformasi teknologi menjadi kebutuhan bagi industri furnitur Indonesia agar mampu menggabungkan kekuatan craftsmanship dengan presisi yang memacu produktivitas.
"Kita harus mulai memahami, menguasai, dan mengadaptasi teknologi sesuai karakter serta kebutuhan industri Indonesia. Teknologi bukan untuk menghilangkan kekuatan craftsmanship, melainkan untuk meningkatkan produktivitas," ujar dia dalam pernyataannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Indonesia, kata dia, memiliki modal besar berupa kekayaan sumber daya alam, keberagaman material, kekuatan desain, tradisi kriya, keterampilan perajin, serta kreativitas yang berakar pada budaya. Namun, keunggulan tersebut perlu diperkuat dengan teknologi dan sistem produksi modern untuk menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan delegasi HIMKI ke berbagai pameran industri berskala internasional di Shanghai, China, yang meliputi China International Furniture Machinery & Woodworking Machinery Fair (WMF) 2026, China International Furniture Fair (CIFF) Shanghai, serta agenda lanjutan Furniture China 2026, 5-8 September.




