BPBD Bandung pantau Kertasari-Pangalengan usai 42 kali gempa swarm
Bandung (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat melakukan monitoring di Pangalengan dan Kertasari sebagai mitigasi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 42 kejadian gempa bumi swarm hingga Kamis pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Beny Sonjaya di Bandung, Kamis, mengatakan monitoring dilakukan bersama BMKG di wilayah selatan, khususnya Kertasari dan Pangalengan. “Sekarang lagi monitoring di selatan, di Kertasari dan Pangalengan bersama BMKG,” katanya.
Beny mengatakan pemantauan masih dalam tahap asesmen untuk mengetahui kondisi di lapangan dan mengantisipasi dampak dari aktivitas gempa swarm tersebut. Berdasarkan laporan dari wilayah, sejauh ini tidak ada kerusakan,” ujarnya. Ia mengatakan BPBD bersama BMKG melakukan mitigasi dengan terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut.
“Kami tetap mengantisipasi, sehingga bersama BMKG melakukan mitigasi untuk melihat seperti apa kondisinya,” katanya.



