Gempa Flores Meluruh, BMKG Ungkap Hasil Survei Lapangan sebagai Basis Mitigasi dan Rekonstruksi

Jakarta, 15 September 2026 – Badan Meteorologi, Klimatolog, dan Geofisika () menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan pascagempa bumi Flores M7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu kini telah memasuki fase peluruhan secara signifikan.
mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tenang, serta terus memantau informasi resmi saat proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak mulai berjalan.
Deputi Bidang Geofisika, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa hingga 30 hari pascagempa utama (15 September 2026 pukul 05.00 WIB), mencatat 15.722 gempa susulan berkekuatan M0,9 hingga M6,2, di mana 190 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
“Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis data gempa terkini, frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan menunjukkan pola penurunan dan telah memasuki fase peluruhan,” kata Ardhasena dalam Konferensi Pers Pemuktahiran Pascagempa Flores M7,7 di Gedung MHEWS , Jakarta, Selasa (15/9).


