BPKN dorong transformasi keselamatan pelayaran berbasis teknologi

Jakarta (ANTARA) – Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI mendorong pemerintah mempercepat transformasi sistem keselamatan pelayaran berbasis teknologi sebagai langkah preventif untuk meningkatkan perlindungan penumpang dan hak keselamatan konsumen pengguna transportasi laut.
Ketua BPKN Mufti Mubarok mengatakan penguatan keselamatan pelayaran tidak cukup dilakukan melalui evaluasi setelah kecelakaan terjadi, tetapi harus diarahkan pada sistem pencegahan yang mampu mendeteksi dan merespons potensi risiko sejak dini. "Teknologi harus digunakan untuk menyelamatkan manusia.
Kita perlu bergerak dari sistem yang reaktif menjadi sistem keselamatan yang preventif dan berbasis teknologi," kata Mufti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin. Menurut dia, pemanfaatan teknologi dapat menjadi bagian penting dalam membangun sistem keselamatan pelayaran yang lebih preventif.
Teknologi dapat digunakan untuk memantau kondisi cuaca dan gelombang secara real time, posisi kapal, stabilitas kapal, hingga sistem peringatan dini dan komunikasi darurat.




