Bahasa Indonesia

Beutong Ateuh: Belum pulih dari banjir bandang, izin tambang datang

Beutong Ateuh: Belum pulih dari banjir bandang, izin tambang datang

Jakarta (ANTARA) – "Enggak, tetap enggak. Karena yang kami rasa dampaknya. Sebelum tambang masuk saja kami sudah kena bencana. Walaupun katanya gak kena kebun punya kami.

Bagaimana mereka mengambil isi dalam, kalau enggak menebang pohon?" Kalimat itu terucap dari Mak Andari dan Mak Agus ketika berbicara tentang Beutong Ateuh, tempat mereka lahir dan menjalani hidup selama puluhan tahun. Sesaat kemudian, mereka kembali memunguti biji kemiri yang berjatuhan di kebun.

Kemiri menjadi hasil kebun utama masyarakat Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh. Warga juga menanam cokelat, pinang, dan berbagai tanaman palawija. Mak Andari, Mak Agus, dan para ibu di penyangga Kawasan Ekosistem Leuser itu biasa menjual biji kemiri kepada pengepul dengan harga Rp7.000 per kilogram. Penghasilan itu mereka anggap cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami di sini makan tetap satu hari tiga kali, walau dengan lauk sederhana.

زر الذهاب إلى الأعلى