Serangkaian drone dari Irak menyerang jalur pipa minyak Arab Saudi

Menurut Kementerian Energi Arab Saudi, serangan itu terjadi pada pagi hari tanggal 10 September di wilayah Riyadh dan Madinah. Pipa tersebut ditutup sementara "sebagai tindakan pencegahan," sementara tim tanggap darurat dan tim teknis khusus dengan cepat mengerahkan langkah-langkah untuk melindungi pipa dan menilai keamanannya.
Kementerian tidak merilis jumlah korban luka atau besarnya kerusakan secara spesifik, hanya menyatakan bahwa mereka yang terluka telah menerima perawatan medis dan informasi lebih lanjut akan dirilis seiring perkembangan situasi. CNN, mengutip dua pejabat AS yang mengetahui masalah tersebut, melaporkan bahwa penilaian awal Washington menunjukkan bahwa stasiun pompa di sepanjang jalur pipa Timur-Barat diserang.
Citra satelit menunjukkan satu stasiun pompa rusak parah akibat kebakaran, sementara kebakaran lain menghasilkan kepulan asap hitam tebal di lokasi yang berbeda. Seorang pejabat menyatakan bahwa drone tersebut berasal dari Irak, tetapi masih belum jelas kelompok mana yang berada di balik serangan itu dan apakah jalur pipa itu sendiri mengalami kerusakan langsung.
Jalur pipa Timur-Barat mengangkut minyak mentah dari wilayah penghasil minyak di Arab Saudi bagian timur ke pelabuhan Yanbu di pantai Laut Merah, memungkinkan negara tersebut mengekspor minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz.



