Bahasa Indonesia

Pertamina harap krisis geopolitik mereda untuk tekan harga Pertamax

Pertamina harap krisis geopolitik mereda untuk tekan harga Pertamax

Yogyakarta (ANTARA) – Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto berharap krisis geopolitik yang berlangsung di Timur Tengah dapat segera mereda, sehingga dapat menekan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax. “Kita berharap semoga itu (meredanya konflik Timur Tengah) bisa terjadi segera.

Kalau tidak, kondisinya akan berdampak seperti sekarang,” ujar Eko dalam acara temu media di Yogyakarta, Jumat. Eko menyampaikan perang yang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran merupakan salah satu krisis geopolitik terberat yang dihadapi oleh Pertamina.

Saat perang antara Ukraina dengan Rusia, lanjut dia, krisis energi yang dihadapi oleh dunia tidak separah peperangan antara AS dengan Iran. “Dengan adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global. Selain ketersediaan energi di dunia, harga yang saat ini juga belum stabil,” kata Eko.

Ia menyampaikan, apabila harga minyak dunia tak menunjukkan penurunan ke level 60–70 dolar AS per barel sebagaimana sebelum terjadinya krisis geopolitik, maka harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, khususnya BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex, akan terdampak.

زر الذهاب إلى الأعلى