Bahasa Indonesia

PIS manfaatkan teknologi satelit lindungi hiu paus di jalur pelayaran

PIS manfaatkan teknologi satelit lindungi hiu paus di jalur pelayaran

Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama NGO Konservasi Indonesia memanfaatkan teknologi satellite tag untuk memantau pergerakan hiu paus sekaligus mengurangi risiko tabrakan dengan kapal di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PIS dalam mendorong pelayaran berkelanjutan dengan tetap memperhatikan perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Hiu paus merupakan salah satu megafauna laut yang hidup berdampingan dengan masyarakat pesisir dan memiliki peran dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “PIS mengoptimalkan pelayaran berkelanjutan dan menjaga keanekaragaman hayati, terutama ekosistem laut, sehingga bisnis dan lingkungan dapat berjalan secara harmonis dan lestari untuk masa depan,” ujar Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangannya pada Rabu.

Hiu paus saat ini menghadapi berbagai ancaman, salah satunya risiko tertabrak kapal yang melintas di wilayah habitat dan jalur migrasinya. Spesies tersebut berstatus Endangered atau terancam punah berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), dengan populasi global disebut telah mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

Melalui program Whaleshark Tagging yang diinisiasi PIS bersama Konservasi Indonesia, satellite tag dipasang pada hiu paus untuk memperoleh informasi mengenai pola pergerakan dan habitat penting satwa tersebut.

زر الذهاب إلى الأعلى