Kemensos buka ruang partisipasi publik untuk mutakhirkan data bansos

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam konferensi pers di di Jakarta, Selasa, mengatakan partisipasi aktif masyarakat krusial karena perubahan kondisi sosial ekonomi warga bersifat sangat dinamis dari waktu ke waktu. "Kami sangat terbuka dan ingin benar-benar mendapatkan data yang akurat sesuai arahan Presiden Prabowo.
Data ini dinamis, bisa jadi antara pagi dan sore berubah karena ada yang meninggal, lahir, pindah tempat, naik kelas, atau turun kelas," kata Mensos Saifullah Yusuf. Mensos menjelaskan pemerintah menyediakan dua jalur utama pemutakhiran data, yakni jalur formal melalui kantor kelurahan/desa mengandalkan operator aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) serta jalur partisipasi publik.
Untuk jalur partisipasi, masyarakat dapat memanfaatkan fitur usul-sanggah pada aplikasi Cek Bansos, kanal regsosek.bps.go.id, hingga fasilitas aduan cepat Call Center Kemensos di nomor 021-171 dan WhatsApp Lapor di nomor 0887-7171-171.
Selain itu Kemensos bersama BPS dan pemerintah daerah (pemda), mengerahkan pendamping sosial untuk melakukan verifikasi faktual (ground check) di lapangan guna menyaring warga berpenghasilan menengah ke atas (Desil 6-10) agar tidak lagi menerima bansos.



