Bahasa Indonesia

Penyintas Gempa NTT Terhimpit Bencana dan Kekeringan

Penyintas Gempa NTT Terhimpit Bencana dan Kekeringan

NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR — Gempa bumi M 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026. Guncangan ini menyebabkan 56.577 jiwa terdampak. Sebanyak 102.384 unit rumah rusak dan memaksa warga untuk mengungsi. Pada Selasa (15/9/2026), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi gempa susulan sebanyak 15.722 kali.

Tak hanya itu, BMKG juga mencatat wilayah NTT termasuk dalam kategori Ekstrem Panjang dalam Hari Tanpa Hujan dan berada di kategori Awas dalam Kekeringan Meteorologis.

Ada 11 Kabupaten yang termasuk dalam kondisi Waspada kekeringan, antara lain Ende, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sika, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Timor Tengah Selatan.

Melihat kenyataan itu, mendistribusikan air bersih ke tempat penampungan bersama penyintas gempa bumi di empat titik yang berada di Desa Maropokot dan Desa Tonggu Rambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo pada Selasa (8/9/2026).

زر الذهاب إلى الأعلى