KKP siapkan 33 kapal di Arafura tingkatkan produksi perikanan tangkap

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 33 kapal perikanan berbendera Indonesia untuk beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718 atau perairan Arafura, guna meningkatkan produksi perikanan tangkap nasional. Saat meluncurkan implementasi kerja sama perikanan tangkap Indonesia dan China di Tual, Maluku, Kamis, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengoperasian kapal tersebut merupakan implementasi kerja sama Indonesia dengan China melalui skema Technical Cooperation Guidelines (TCG).
Menurut dia, kerja sama Indonesia dan China tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas perikanan, tetapi juga mendorong modernisasi armada dan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir. Trenggono mengatakan kerja sama tersebut harus memberikan nilai tambah bagi Indonesia, baik melalui peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan industri perikanan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas pelaku usaha, maupun pengembangan teknologi dan rantai pasok perikanan nasional.
Ia meminta seluruh pelaksanaan kerja sama memperhatikan aspek perizinan, kepatuhan kapal, kegiatan penangkapan, pendaratan dan pembongkaran hasil tangkapan, pencatatan hasil tangkapan, hingga pengawasan. “Setiap ikan yang ditangkap harus dapat ditelusuri asal-usulnya,” kata dia.




